header-int

LAWAN TERORISME DENGAN JIHAD EKONOMI

Kamis, 17 Mei 2018, 10:07:50 WIB - 134 View
Share
LAWAN TERORISME DENGAN JIHAD EKONOMI

 LAWAN TERORISME DENGAN JIHAD EKONOMI

Ahad, 13 Mei 2018 pagi, tiga bom meledak 3 gereja di Surabaya, yaitu GKI Diponegoro, Gereja Santa Maria Tak Bercela, dan Gereja Pantekosta. Korban meninggal dalam peristiwa ini mencapai 11 orang lebih, dan puluhan lainnnya luka-luka, belum ditambah  masyarakat sekitar yang mengalami trauma atas ledakan besar tersebut. Menurut kapolri, Jenderal Tito Karnavian, diduga pelaku teror bom bunuh diri adalah satu keluarga yang merupakan anggota Jamaah Anshorud Daulah (JAD). Peristiwa itu mengejutkan banyak pihak, serta menambah panjang rentetan jumlah korban teror yang beberapa waktu sebelumnya telah terjadi di beberapa daerah, di Bali, Jakarta dan tempat lain.

Menanggapi terjadinya aksis teror bom Surabaya tersebut, Dr. Moch. Chotib, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Jember ketika mengunjungi laboraturium UPZ (Unit Pengumpul Zakat) IAIN Jember (14/05/2018), mengatakan bahwa “aksi peledakan bom bunuh diri, apalagi dilakukan di tempat ibadah bukanlah jihad. Jihad saat ini adalah jihad melawan kebodohan dan kemiskinan. Kami selama ini berusaha agar pengangguran berkurang, dengan sering melakukan kegiatan pelatihan kewirausahaan bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar. Ada kemungkinan munculnya terorisme juga dipengaruhi oleh banyaknya pengangguran. Moch. Chotib menambahkan, “semua agama, termasuk agama Islam memiliki pesan sama, yakni menyebarkan kasih sayang bagi sekitar. Sebenarnya aneh, seandainya para teroris menyatakan demi menegakkan agama, melakukan bom bunuh diri. Agama apa yang sebenarnya mereka anut?.”

Di tempat terpisah, M.F.Hidayatullah, Ketua Jurusan Ekonomi Islam IAIN Jember yang juga direktur UPZ membenarkan, ketika diminta tanggapan tentang kejadian di teror bom Surabaya tersebut, “Lemahnya pemahaman agama dan lemahnya ekonomi, menjadi lahan yang empuk tersebarnya berbagai masalah sosial, termasuk munculnya terorisme. Karena itu, FEBI berkomitmen memerangi berbagai masalah sosial, termasuk terorisme dengan kegiatan nyata, berupa pembekalan kewirausahaan bagi mahasiswa, pendampingan bagi masyarakat miskin serta mengelolaan dana zakat secara produktif lewat UPZ.” UPZ IAIN Jember yang mulai beroperasi sejak bulan Maret 2018 bekerja sama LAZ dan BAZ Jember. Sebagai tempat praktik bagi mahasiswa prodi Manajemen Zakat dan Wakaf, diharapkan mahaiswa dapat memiliki pengalaman dalam mengumpulan dan menditribusian dana zakat, serta dapat menyalurkan zakat secara produktif. “Dengan dana pengelolaan zakat yang baik, kemiskinan dan kebodohan dapat kita minimalisir. Semakin kuatnya pemahaman agama dan ekonomi, kejadian teror bom Surabaya tidak akan terulang kembali. Karena paham mereka tidak akan laku dan jaringannya tidak akan berkembang.” (mfh/FEBI IAIN Jember)

Unidha Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.
Sebagai Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri terkemuka di wilayah tapalkuda, IAIN Jember terus berbenah untuk menjadi Universitas Islam Negeri pertama di wilayah tapalkuda. Berbagai sarana dan prasana pendidikan , Mahad dan Gedung Dosen yang megah telah telah di resmikan oleh Menteri Agama RI di awal tahun 2017
© 2020 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER Follow INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER : Facebook Twitter Linked Youtube